Polres Trenggalek panggil dua netizen penyebar berita hoaks virus Corona
Polres Trenggalek panggil dua netizen penyebar berita hoaks virus Corona

Akhirnya dua orang penyebar berita hoaks ada pasien positif Corona di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek minta maaf kepublik.

Mereka berdua mengaku hanya berusaha mengingatkan rekannya agar lebih berhati-hati dengan penyebaran virus Corona.

Kedua orang tersebut menyebar berita hoax tentang virus Covid-19 pada laman salah satu Group Facebook di Trenggalek. Postingan kedua orang tersebut sontak viral dan gegerkan masyarakat Trenggalek.

Untuk meluruskan informasi yang sudah viral tersebut Polres Trenggalek panggil kedua orang dan juga hadirkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Trenggalek sebagai pelaksana teknis.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan kedua Nitizen tersebut dipanggil untuk dimintai klarifikasi terhadap informasi yang telah mereka disebarkan.

"Ada salah satu netizen yang saat itu berada di rumah sakit memposting bahwa baru saja ada yang pasien positif Covid-19. Ternyata dia tidak mengecek kebenarannya bahkan dia tidak konfirmasi dengan pihak rumah sakit," ungkap Calvijn.

Masih kata Calvijn, sementara yang satunya lagi malah mengatakan bahwa di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek sudah ada terpapar tiga orang positif Covid-19, namun sekali lagi postingan pada laman Facebook tersebut tidak benar.

"Dan hari ini yang bersangkutan sudah membuat penyataan dan permohonan maaf pada publik maupun masyarakat atas ketidaktahuannya," ucap Calvijn, Senin (23/03/20).

Calvijn juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyampaikan informasi yang tidak benar ataupun berita yang sumbernya belum pasti. Pasalnya hal tersebut bisa meresahkan khalayak banyak.

"Setiap berita yang belum diklarifikasi kebenaran dan sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan, saya sarankan jangan terburu-buru diposting. Cek terlebih dahulu, atau tanyakan pada instansi atau tanyakan pada kami terlebih dahulu," paparnya.

Sementara itu, humas RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Sujiono menerangkan bahwa pihak rumah sakit tidak pernah merawat pasien positif Corono. Pasalnya RSUD Dr. Soedomo bukan rumah sakit rujukan pasien pisitif Covid-19.

"Seperti yang kami sampaikan pada laman Facebook Rumah Sakit, Alhamdulillah sampai saat ini RSUD Dr. Soedomo Trenggalek tidak pernah memberikan informasi keberadaan pasien Positif Corona," pungkas Sujiono.