Salah satu korban tewas ditempat pasca tertabrak pembalap liar di dekat Pasar Sapi Kepatihan / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Salah satu korban tewas ditempat pasca tertabrak pembalap liar di dekat Pasar Sapi Kepatihan / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Kejadian kecelakaan yang mengakibatkan dua remaja tewas pada Minggu (22/03) kemarin menjadi viral di media sosial. Pasalnya, kejadian itu direkam langsung menggunakan ponsel salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Ada dua video menunjukkan saat-saat awal mula kejadian yang mempertontonkan dua kendaraan sepeda motor sedang beradu kecepatan (balapan liar). 

Di video pertama ini, setelah dua joki memacu kendaraan disambut sorakan dan kemudian tampak menabrak kerumunan remaja lain yang sedang menonton di pinggir jalan.

Kemudian, video kedua tampak ada tiga remaja yang tergeletak tak berdaya akibat tertabrak langsung sepeda motor salah satu peserta balapan liar itu.

Kasatlantas Polres Tulungagung melalui Kanit Laka Iptu Diyon Fitrianto menerangkan kejadian pada jam 17.30 WIB masuk wilayah Kelurahan Kepatihan. Kecelakaan itu disebut Dion merupakan kecelakaan sepeda motor kontra pejalan kaki (penonton balapan).

"Kecelakaan berat antara sepeda motor dan pejalan kaki," kata Diyon.

Jenis kendaraan adalah Honda Mega Pro Nomor Polisi AG 6168 SV yang dikendarai pelajar bernama Denivan Astadiva (16) warga dusun Cemandi RT 02 RW 02 Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.

"Tiga orang pejalan kaki (penonton balapan liar), dua tewas di tempat dan satu luka serius akibat kejadian tersebut," ujarnya.

Tiga remaja yang juga masih pelajar itu diketahui bernama Iqbal Randy Dwi Prasetya (15), Galih (14) warga Plosokandang dan Agil Vinanda (15) warga Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru.

"Semula sepeda motor tidak dikenal berjalan dari arah timur ke barat. Sedangkan pejalan kaki berdiri di tepi jalan sebelah selatan. Sesampainya di TKP, oleh karena pengemudi  tidak dikenal pada saat berjalan dengan kecepatan tinggi dengan menstandingkan kendaraannya tidak bisa menguasai kendaraannya akhirnya menabrak ketiga pejalan kaki yang berdiri di jalan sebelah selatan," ungkap Diyon.

Akibatnya, Denivan mengalami luka ringan dan Iqbal mengalami luka berat. Sedangkan Galih dan AG meninggal dunia di TKP.